Mata Air Kehidupan
Teduh Senyummu Anggun Parangalinu
Laksana surya menerangi seisinya
Elok wajahmu, lembut tuturmu
Engkau satu mata air kehidupan
Tiada henti menetes dalam lukaku
Hatimu yang nurani ini
Aku bersaksi, Engkaulah guru pertama
Yang mengajariku berdiri hingga kini ku mengerti
Besarnya perjuanganmu, Gigihnya usahamu
Dalam mendidik penerus-penerusmu
Merdu suaramu, Bersih jiwamu luhur perilaku
Walau Letih kau tetap tegak berdiri
Meski lelah kau tetap mantap melangkah
takkan kulupa jasamu, Ibu
Petuah-petuahmu akan selalu kuikuti sampai mati.
Oleh : Vicky Syafira Jamis.


Posting Komentar