Ku Seruput Hingga Tujuh Kali
Malam pekat, aku serakat
ku teduh serbuk-serbuk Hitamku
yang kemudian semerbak aroma khasnya memikat
kepulan asap beruntun menguap
Laksana diri yang hanya bisa meratap
Inikah realita hidup yang sebenarnya?
hahaha tak ambil pusing aku
perlahan ku seruput larutan hitam panas milikku
pahit, namun tertutupi sedikit rasa manis
ini yang kusuka
meski hitam dunia yang ku rasa
setidaknya ada sedikit asa yang buatku bergairah
setidaknya tuk bernafas dibumi yang kian pelik ini
ku seruput kopi ku hingga tujuh kali lamanya
menatap pekatnya langit malam
dengan, segudang pertanyaan.
Oleh : Vicky Syafira Jamis.


Posting Komentar