Sang Pelayan Cinta
Setiap jeritan hatimu itulah tanda tuhan memanggilmu
Setiap apa yang menggelisahkanmu itulah isyarat tuhan menyapamu
Setiap apa yang menggembirakan itulah tanda tuhan meledek mu.
Ketika engkau menyangka ia ada bersamamu, maka disitulah ia mendekat kepadamu
Jika engkau mabuk dalam pelayan, maka disitulah engkau gila akan dia.
Cerita Sang Pelayan Cinta
Ada seorang yang minta pendapat kepadaku "Aku ingin merasakan kedamaian, aku ingin bisa meraba remang-remang kemesraan, Sebut saja aku ingin merasakan kehadiran tuhan dekat padaku dan mendekatiku"?
Tanpa basi-basi langsung aku jawab :
"tuhan itu berlaku sama halnya dengan engkau memperlakukan dirimu sendiri itu bagaimana"
"tuhan itu ada jika engkau menganggap ia ada, ia bersamayam dan selalu mengitarimu dan menjadi tuan rumahmu".
Bukankah ia selalu menyapamu dengan tak usah kau cari aku ada?
Karena memang tuhan tak pernah menjauh darimu
Tetapi justru dirimu sendirilah yg menjauh darinya, Engkau sendirilah mencampakkan dia.
Maaf, bukan aku bermaksud mengguruimu...
Menyapa tuhan itu bukan cuma menyebutnya ketika kamu berdzikir,
ketika kamu sholat,
ketika kamu membaca al-qur'an,
ketika kamu puasa dan sebagainya.
Tetapi bersamaan dengan ketika kamu bersikap dan berlaku kemesraan antara sesama,
welas asih untuk mau mengalah antara satu dengan lainnya,
menghargai karya-karya tuhan dari yg bersifat aneh, unik maupun yang langka dan tidak menghujat,
Maka disitulah dalam rangka engkau menyapa tuhan,
dalam rangka memanggil tuhan,
dalam rangka bermesraan dengan tuhan,
dalam rangka bercinta dengan tuhan.
Itulah tangga ketauhid-an yang sejati atau biasa di namakan dengan sebutan "manunggaling kawula gusti".
#rumputliar


Posting Komentar