Keunggulan dan Kerapuhan

Bila kau merasa unggul dalam apapun,

Maka dunia akan mengenalmu,

Manusia akan menghujamkan sanjungan kepadamu,

Dan yang disekitarmu akan mengagunggkanmu.

Kemanapun engkau akan selalu dinomorsatukan,

Dan memahkotakan keagungan dan kekaguman kepadamu.

Itulah bagi mereka yang melihatmu dengan sekejap.

Namun bagi para penyelam, para pengembara, pengelana akan berkara,

“itu bukan unggul namanya, itu adalah kerapuhan, kerapuhanmu di hari esok”.

Hai engkau yang merasa unggul,

Rendahkan hatimu dari yang namanya keunggulan,

Tahan dirimu dari sesuatu yang bersifat unggul,

Bertapalah dalam laba keunggulan,

Karena keunggulan bagai boomerang untuk dirimu sendiri.

Kalau kau tetap ingin merasa unggul, maka akun akan mnceritakan sesuatu kepadamu,

Selamilah para tokoh pemburu keunggulan ini.

Namrud hancur karena merasa unggul daripada tuhannya Ibrahim.

Kan’an terlalap air bah karena merasa pengetahuan nya lebih unggul dari pada ayahnya.

Malin kundang berubah jadi batu karena merasa unggul bahwa hanya ialah yang paling besar.

Ken arok terbunuh oleh keris empu gandring karena ia unggulkan egonya.

Fir’aun dan para pengikut-pengikutnya dihancurkan oleh air samudra karena ia merasa unggul dari semuannya.

Maka kata mbah nun, “kesuksesan adalah yang dikehendaki tuhan bukan karena kehendakmu sendiri”.

#rumputliar

Post a Comment