Bagiku mencintai diri sendiri sendiri tidak perlu langkah atau tata cara bahkan syarat apapun. Kalau diperhatikan, sebenarnya perspektif kita terhadap cinta itu selama ini sudah salah. Bukan salah sih, lebih tepatnya dipersempit. Selama ini kita memandang cinta itu terkadang hanya untuk lawan jenis, dan kepada orang lain saja. Makanya pertanyaan seperti bagaimana mencintai diri sendiri ini bisa muncul.

Manusia sedari dilahirkan itu selalu mencintai dirinya sendiri. Hanya saja sering tidak menyadari ketika mengekspresikan cintanya kepada diri sendiri. Alasanya ya dikarenakan penyempitan perspektif terhadap cinta itu tadi. Begini, saat tubuh ada yang terluka misal saja wajah terluka, pasti yang akan dilakukan adalah mengobatinnya agar cepat sembuh bukan? apakah kita pernah berfikir untuk mengikrarkan kalimat suci "saya itu cinta banget sama wajah". Akan sangat aneh jika melakukan itu. Disini dapat kita ketahui bahkan mencintai diri sendiri itu tanpa syarat apapun. Hal ini yang sangat tidak kita sadari sebagai manusia.

Sekarang akan berbeda ketika mengekspresikan cinta dengan perspektif yang sering kita pakai itu. Misal "Aku mencintai diri-mu tapi jika engkau tolak, maka aku akan membenci-mu". Terlihat perbedaan yang cukup jelas, disini membutuhkan syarat untuk mengekspresikan cintamu kepada orang lain. Padahal jika dipahami lagi, sebenarnya yang terjadi adalah kita mengekspresikan cinta itu masih kepada diri sendiri, hanya saja melalui orang lain. Makanya jika cinta tidak diterima, bisa beralih ke objek atau orang lain.

Lalu kenapa kita tidak mencintai diri sendiri alasanya karena kita tidak menerima cinta kita sendiri. Jika menilik ke jaman semasa kecil dulu. Ketika kecil kita mengekspresikan cinta itu semua yang hubungannya dengan mencintai diri sendiri. Misal, ini mainan milik-ku, ini power ranger-ku, ini ibu-ku, semua dianggap milik sendiri yang bahkan berbagi pun tidak mau. Jadi saran jitu kembalilah ke masa kecil saja mungkin itu pilihan terbaik. ini bercanda ya…

Kata orang prinsip cinta itu, apapun yang buruk pasti akan dianggap baik. Contoh yang bisa saya tangkap, misal pacar saya memiliki ketek yang bau, karena saya mencintainya, bau ketek si pacar berubah jadi wangi. Benar begitu ya? haha

Bawalah prinsip cinta ini kedalam bagian hidup-mu. Jangan tolak cinta-mu sebab diri-mu membutuhkan cinta-mu. Namun, Cinta itu juga butuh perhatianmu, jangan bernarasi bahwa hanya manusialah yang membutuhkan cinta. Jadi yang ingin saya tanyakan, Apakah kita sudah mencintai cinta kita? Sekian.

Post a Comment