Mahkota Keikhlasan


Mahkota Keikhlasan

Ada yang bertanya kepadaku "Kalau kita berbuat baik tetapi orang lain ada yang tidak suka itu gimana?"

Lalu aku jawab "yang kau pandang itu sebenarnya siapa? Allah atau orang yang tidak suka itu?"

Sahut ia "Benar sih, tapi kan saya melakukan hal itu karena allah bukan untuk siapa pun? Tapi kalo saya di bilang gini gitu yang jelek-jelek itu harus gimana?"

Hmmm, mau di ajak bercinta kok ragu-ragu

Mengaku ikhlas kok di umbar, mengaku tulus kok banyak alesan.

Kalau begitu namanya bukan ikhlas, tapi itu hanyalah gombal kepada allah saja.

Coba lihatlah anjing...

Cobalah tak usah kau beri makanan atau seutas daging selama satu hari saja.

Apakah ia akan meninggalkanmu, menghianatimu?

Tidak kan?

Sadarlah bahwa ia akan tetap menjaga rumah dan kebun cintamu, memberikan rasa aman bahkan kemanapun ia akan tetap selalu mengawalmu, mengitarimu saat engkau terlelap dalam tidur mu.

Maka dari itu, aku akan berbisik kepadamu "Anjingkan hatimu, anjingkan sikap dan cara berfikirmu"

Maka kau akan menemukan keikhlasan, ketulusan

karena anjing selalu berbisik kepadaku "jangan selipkan kata tapi dalam konsep ketulusan dan keikhlasan".

Seperti apa yang dikatakan sahabatku di seberang sana (nama dirahasiakan).

Orang bijaksana hatinya tidak punya tempat terbatas, ia akan menemukan hatinya di hati tiap sesama ciptaan, sesama makhluk.

Akan ku beri tips sehati :

Jika tak merasakan emosi, marah walaupun sedikit menggesa maka disitulah letak keikhlasan bermahkota.

#rumputliar

Post a Comment