1. Karl Marx pernah berkata:
"Orang Cerdas bukanlah mereka yang paling banyak membaca ribuan buku dan mendapatkan jawaban kehidupan dari buku tersebut, tetapi orang cerdas adalah mereka yang berfikir kehidupannyalah yang menjadi jawabannya."
2. Konfusius:
"Orang yang hanya melihat kesulitan disetiap kesempatan dapat di temukan dengan menutup mata. Orang yang melihat kesempatan disetiap kesulitan menemukannya seperti mencari satu dari ratusan kata."
3. Socrates:
“Manusia selalu sering kali memaksakan kehendak mereka kepada orang lain, padahal kehendak mereka sendiri tidak pernah ditelan dan paksakan kepada dirinnya.”
4. Aristoteles:
"Pengetahuan akan selalu berada dibelakang akalmu, karena pikiran cenderung tinggi daripada hati dan akan tetap merasa tinggi."
5. John Dewey:
"Kesuksesan dapat dicapai dengan menyembunyikan terlebih dahulu tujuan anda kepada orang lain, sebab jika anda memberitahukan tujuan anda kepada orang lain hal tersebut akan membuat anda memperoleh rasa kepuasan. Itulah penyebab kegagalan yang sering kali tidak diketahui oleh kebanyakan orang."
Kalian menyukai kutipan mewah diatas?
Baiklah, tetapi izinkan saya mengatakan yang sebenarnya bahwa saya menulis kutipan / kata-kata tersebut barusan. Jadi bukan Aristoteles, Socrates, atau siapa pun itu, Mereka tak pernah mengatakan kutipan-kutipan tersebut.
.
Tidak percaya?
Silahkan baca lagi kutipan tersebut dengan cepat, kalo masih belum percaya, cari juga digoogle,
Sekarang, kalian pasti berfikir kutipan itu hanyalah pendapat biasa dari orang biasa saja seperti saya.
Jadi, kesimpulan saya dan fakta yang tak bisa ditelan orang-orang adalah jika kalian populer, apa pun yang di katakan adalah kebijaksanaan, Jika tidak, kata-kata bijak kalian hanyalah opini biasa-biasa saja.
Masih belum percaya?
Saya pernah mencoba fakta fiktif tersebut sebelumnya kepada kawan saya.
Metodenya begini, Saya punya satu lembar puisi bikinan penulis terkenal yang saya comot dari internet. Sebut aja nama penulisnya si A.
Saya juga bikin satu lembar puisi bikinan saya sendiri.
Terus saya tukar nama penulisnya. Puisi si A pakai nama saya dan puisi saya pakai nama si A penulis terkenal ini.
Lalu, saya kasih 2 puisi ini ke kawan yang anak sastra. Apa penilaiannya?
Dia bilang, puisi atas nama saya (padahal buatan si A ) jelek, kacau, gak jelas tatabahasanya dll. "Kalau mau bikin puisi harusnya spt ini" sambil nunjuk ke puisi bikinan saya yg nama penulisnya saya ganti jadi nama si A.
Gimana Ajaib kan?
Lalu apakah sampai sekarang dia tau, belum sampe dia membaca tulisan saya ini.
Saya jadi ingat buku cerita jadul yang pernah saya baca dulu, saya lupa judulnya nanti tak cari lagi coba...
Ceritanya ada murid yang suka menulis puisi, tapi dia dianggap tidak berbakat oleh gurunya. Suatu hari sang guru memberi tugas menulis puisi kepada murid-muridnya, dan anak ini bertekad untuk menjebak guru tersebut.
Dia menyalin sebuah puisi yang tidak populer karya seorang penyair terkenal, mencantumkan namanya sendiri dan mengumpulkan tugasnya. Benar saja, guru ini, yang tidak suka dengan anak tersebut, langsung mencerca puisi tadi di depan seisi kelas.
Si anak membalas dengan mengungkapkan kebenaran bahwa puisi tersebut sesungguhnya ditulis oleh seorang penyair terkenal, dan sang guru pun dipermalukan di depan kelas.
Bagaimana bisa kebohongan dapat membantu dan menang?
Saya juga pernah adu argumen tentang masalah kehidupan, saya kemudian pakai nama Aristoteles untuk opini saya sendiri, dan ternyata lawan saya bungkam tidak bisa menentang atau mempertanyakannya. Saya hanya bisa "kegugu" dalam hati dan menahan tawa haha.
Berarti sebagian besar orang percaya bahwa pendapat dan pemikiran orang-orang yang bekennya mendunia karena mereka bisa jadi mengganggap hidup orang-orang tersebut telah tertempa dan 'terkontaminasi' hal-hal yang luar biasa.
Yang mana hal-hal tersebut sangat mungkin tidak dialami orang-orang biasa seperti saya sehingga saya tidak terkenal dan kutipan yang saya buat setengah mati selama 7 bulan 7 hari 7 malam tidak akan mungkin dianggap. Apalaah saya ini
Tapi, itu kan sebagian besar orang. Menurut saya lo ya, masih ada sebagian kecilnya yang menghargai pemikiran seseorang walaupun pemikiran itu datangnya dari orang biasa.
Mudah-mudahan kata-kata Young Lex soal bumi datar nggak dianggap serius juga hanya gara-gara dia populer.
Saya yakin younglex tidak sebodoh itu berpikiran kalo bumi itu datar, itu mungkin cara jenius dia untuk kembali terkenal. tapi ketakutan saya sih banyak pengikutnya nanti yang...
Ah sudahlah, hahaha
Fakta Jujur dan Fiktif Tipuan yang Meyakinkan
Penulis : Arya Lokajaya
Tukang Cuci Piring, Tukang Sampah, Penggemar Tahu Krispi, Penikmat Jalan Sunyi, Hobinya bukan aktifitas Blogging tapi Suka Menulis, Lagi Serius Belajar menjadi Android Developer, Ketagihan Makan Indomie, Filsafat juga dicicipi, Sering Baca Buku Fiksi dan belum semangat Nikah!






إرسال تعليق